Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 26 Mei 2012

Jika merujuk surat Jin 26-27 manusia tidak bisa mengetahui yang ghaib dimana Jin termasuk makhluq yang ghoib. Jika manusia bisa melihat Jin maka dapat diambil kesimpulan manusia tersebut mendapatkan gangguan jin. Karena hanya Jin yang bisa melihat Jin.

Dalam artian bila seseorang melihat Jin karena di dalam orang tersebut ada Jin. Dan seseorang tersebut bisa melihat Jin melalui mata Jin tersebut. Jin berdiam diri dalam tubuh manusia itu suatu hal yang mungkin karena setan dapat masuk melalui aliran pembuluh darah [Hadits Bukhori]

Jika seseorang tersebut dibawa ke orang pintar, maka ada 2 kemungkinan

1. Si orang pintar memasukan Jin yang lebih besar sehingga jin yang ada di diri orang tersebut menjadi kalah. Dengan demikian ada dua jin di dalam tubuhnya.

2. Si Jin yang didalam diri orang tersebut hanya ngumpat saja.

Sebaiknya orang tersebut di ruqyah untuk mengeluarkan Jin yang ada di dalam tubuhnya tersebut.

Ini pengalaman dari teman yang pernah kesurupan Jin. Efeknya adalah kadang suka dengki dengan orang lain, susah di atur, merasa sebal, tidak enak hati, gelisah dan seterusnya.

Dalam islam, kita meyakini bahwa setiap manusia normal, tentunya tidak akan mudah untuk melihat secara bebas kalangan jin..nah dari situ kita perlu curiga, bahwa orang tersebut sangat kemungkinan dirasuki jin, bahkan semenjak kecil/setelah lahir…apalagi saat orangtuanya bercampur tidak membaca do’a sebagaimana yang diajarkan Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam yg bilamana dibaca, maka syetan tidak akan menggangu anak tersebut setelah lahir (HR.Bukhari dan Muslim).

0 komentar

Poskan Komentar